Minggu, 15 Februari 2015

sekedar renungan



Terlalu bagus untuk tidak dibagikan:

Arthur Ashe, pemain Wimbledon legendaris sekarat karena AIDS yg berasal dari darah yg terinfeksi virus ketika operasi jantung pada 1983.


Dia menerima surat dari para penggemarnya, salah satu dari mereka ada yg menyampaikan:
"Mengapa Tuhan memilih Anda untuk mendapatkan penyakit yg buruk seperti ini??"

Terhadapnya, Arthur Ashe menjawab:
Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,
Lima juta dari mereka belajar bagaimana bermain tenis,
Lima ratus ribu belajar tenis secara profesional,
Lima puluh ribu bertanding dalam turnamen,
Lima ribu mencapai Grand Slam,
Lima puluh mencapai Wimbledon,
Empat mencapai semifinal,
Dua mencapai final dan ketika saya menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya pada Tuhan, "Kenapa (harus) saya?"

Jadi ketika sekarang saya sakit, bagaimana bisa saya menanyakan kepada Tuhan, "Kenapa (harus) saya?"

Kebahagiaan membuatmu tetap manis.
Cobaan membuatmu kuat. Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia.
Kegagalan membuatmu tetap rendah hati.
Kesuksesan membuatmu tetap berpijar.
Namun, hanya iman yg membuatmu tetap melangkah.

Layak dibagikan:

Kadang engkau merasa tidak puas terhadap kehidupanmu sementara banyak orang di dunia ini memimpikan bisa hidup sepertimu.

Anak kecil di ladamg memandang pesawat terbang di atasnya, dan memimpikan bisa terbang, tetapi sang pilot di pesawat itu memandang ladang di bawahnya dan memimpikan bisa pulang ke rumah.

Begitulah hidup.
Nikmatilah hidupmu.

Jika kekayaan adalah rahasia kebahagiaan, tentu orang-orang kaya akan menari-nari di jalanan. 
Tapi? Hanya anak2 miskinlah yg melakukannya.
σΎ®—

Jika kekuatan memang menjamin keamanan, tentu orang-orang penting akan berjalan tanpa pengawalan.
Tapi? Hanya mereka yg hidup sederhana yg bisa tidur nyenyak.

Jika kecantikan dan kepopuleran memang membawa kita pada hubungan yang ideal, tentu para selebriti pasti punya perkawinan yg terbaik.

Hiduplah sederhana
Berjalanlah dengan rendah hati.
Dan mencintailah dengan tulus..
translate dari grup sebelah..


puisi sumpah pemuda




                                                             By: Bambang Priantono (281006)

Wahai para pemuda pendahulu…..
Yang telah hidup puluhan tahun berlalu
Yang telah membuat semua bersatu
Mengabadikan lentera nusantaramu

Di kala sekarang telah tiada
Gema janji sumpahmu tetap masih meraung
Meraung keras di seluruh penjuru sudut bangsa ini
28 oktober, karenamu pemuda Indonesia melebur

Menjadi sebuah pedang yang diasah tajam
Dan siap di gunakan untuk mengisi kemerdekaan ini
Terima kasih sumpahmu
28 oktober kan kugemakan slalu sampai nanti
mentari tenggelam di seberang timur
Kusulam bendera merah putih dengan benang
Merah yang berani, putihnya yang suci
Tanggal 28 Oktober haruslah dikenang
Sebagai masa bangsa-bangsa jadi satu jatidiri

Gunung Talang, Gunung Kelimutu
Jaraknya jauh tapi sama berapinya
28 Oktober berbagai suku menyatu
Jadi satu, yakni bangsa Indonesia

Tanah Riau terkenal gurindam dua belas
Tanah Jawa terkenal seni wayangnya
Bersatu dari barat-timur menolong tertindas
Demi mewujudkan bangsa yang dicita-cita

Hutan lebat melimpah rusa
Melihat mereka mengundang rindu
Bahasa mencerminkan bangsa
Dengan bahasa marilah kita berpadu

Siti Aisyah menenun perca
Disusun-susunnya menjadi kain nan indah
Janganlah persatuan ini binasa
Jangan karena ego bangsa kita terpecah


Sabtu, 14 Februari 2015

PUISI

                                                                   AKU HANYA INGIN MENJADI IMPIANKU
                                                                                                      by: Lst......
            
Setidaknya aku pernah bermimpi.
Menjadi orang yang bermakna.
Tiada tau sulitkah mendaki gunung di seberang sana.
Membentuk sebuah benteng yang bertahan.

Sebelum jiwaku terbang.
Aku ingin menjadi impianku.
Selama dunia mengizinkan
Kaki menapak ditanah berpasir ini

Jikalau karang masih kokoh bertahan.
Ombakpun tak kan hilang menghantam.
Walaupun demikian,
Laut masih tetap kian membentang.

Lalu apa?
Aku hanya ingin bertahan.
Menapaki jalan berduri.
Sampai akhirnya tiada duri yang tertancap.

Kala itu
Aku hanya ingin menjadi impianku
Sedetikpun itu,
Aku tak kan terlelap dalam nyanyian itu.




KATA KATA



Segala kesulitan menjadi batu loncatan untuk kita sukses, tetapi jika kita berpikir dengan pikiran yang negatif (sempit) maka kesulitan itu menjadi halangan. Pilihan ada di tangan Anda. Kedai saya dibuka lebih awal dan ditutup lebih lewat di banding dengan kedai yang lain. Sehingga kedaiku menjadi laris karena beroperasi lebih lama. (dikutip dari:  buku motivasi untuk sukses)

Aku tidak ingin menjadi seperti mereka pada umumnya
Adalah hakku menjadi berbeda
Adalah gairahku untuk menjadi menonjol
Jauh di atas manusia-manusia lainnya
Ku tak ingin menjadi peliharaan nan jinak
Terbiasa dalam buaian dan perlindungan manusia lain
Menjadi lemah dan tak berdaya
Aku ingin memiliki mimpi
Aku ingin memilki hidup
Aku ingin setiap fajar terbangun bagaikan burung-burung
Hidup untuk hari inin hidup untuk kekekalan yang abadi
Ku ingin merintis kehidupanku
Menjadi bermakna adanya
Bagi jiwa-jiwa yang lain
(dikutip dari:  buku motifasi untuk sukses)

PUISI " ASAKU"



ASAKU
By: Lista
Dalam asaku, tertuang sebercak tinta
Bukan apa-apa, hanya sebuah tanda tiada makna
Semeraut,
Jari-jari lemas tak berteman

Sebatang ranting berjingkrak-jingkrak
Berlarian mencari tuan
Sayang, asaku sudah tenggelam, tertelan
Tapi, diantara semeraut itu
Ada terang dalam kelam
Ada kasih dan juga sayang
Datang dalam sebuah senyum menanti harapan




PUISI " RASAKU"



RASAKU
By: Lista
Perpaduan hanyalah omongan pahit untuknya
Lontaran kata itu seperti mulut ular bercabang  dua
Kerapkali dia menyeringai dengan gigi bajanya
Coba saja malam iitu kalau bulan juga sudah terbelah
Menetes pelur keringat dari langit sana
Coba saja kalau kau bisa
Menyambung bulan satu di peraduan
Memeganng saja kau tak kuasa
Ini...
Lukaku di bawa mati
Melilit perut merenggut hati
Kala malam jadi saksi
Ini peluru tertembus mau bagaimana
Hancur sudah,
Mulut ini kala petir
Menyambar pohon tua kering pula
Siapa punya?
Apa perdulinya?
Ia ingat hanya pada satu lukanya
Mengisi rasa tanpa pergi menjauh pula