Sabtu, 14 Februari 2015

PUISI " RASAKU"



RASAKU
By: Lista
Perpaduan hanyalah omongan pahit untuknya
Lontaran kata itu seperti mulut ular bercabang  dua
Kerapkali dia menyeringai dengan gigi bajanya
Coba saja malam iitu kalau bulan juga sudah terbelah
Menetes pelur keringat dari langit sana
Coba saja kalau kau bisa
Menyambung bulan satu di peraduan
Memeganng saja kau tak kuasa
Ini...
Lukaku di bawa mati
Melilit perut merenggut hati
Kala malam jadi saksi
Ini peluru tertembus mau bagaimana
Hancur sudah,
Mulut ini kala petir
Menyambar pohon tua kering pula
Siapa punya?
Apa perdulinya?
Ia ingat hanya pada satu lukanya
Mengisi rasa tanpa pergi menjauh pula





Tidak ada komentar:

Posting Komentar