RASAKU
By:
Lista
Perpaduan
hanyalah omongan pahit untuknya
Lontaran kata
itu seperti mulut ular bercabang dua
Kerapkali dia
menyeringai dengan gigi bajanya
Coba saja
malam iitu kalau bulan juga sudah terbelah
Menetes pelur
keringat dari langit sana
Coba saja
kalau kau bisa
Menyambung
bulan satu di peraduan
Memeganng saja
kau tak kuasa
Ini...
Lukaku di bawa
mati
Melilit perut
merenggut hati
Kala malam
jadi saksi
Ini peluru
tertembus mau bagaimana
Hancur sudah,
Mulut ini kala
petir
Menyambar
pohon tua kering pula
Siapa punya?
Apa
perdulinya?
Ia ingat hanya
pada satu lukanya
Mengisi rasa
tanpa pergi menjauh pula
Tidak ada komentar:
Posting Komentar